Siluet langit fajar

Masih bersamamu siluet langit fajarku
Terpejam mata coba menerawang
Ku hirup dalam harum aromamu
Ku belai lembut dalam angan

Menikmati sedikit indahnya dirimu
Meski tak pantas tuk memiliki
Tak kupungkiri hadirmu
Memisahkan ku dengan pekat sang malam
Membedakanku dengan suram si hitam

Siluet langit fajar…
Terlalu tinggi kau ku pandang
Terlalu cepat kau menghilang
Hanya keyakinan akan esok hari
Membuatku mampu tuk terus berdiri

Siluet langit fajar
Tampakkan mentari pagi ini
Jika memang kau mengerti dan kau untukku
Jangan engkau biarkan awan menggulung
Membuatku membisu
Dan membiarkan ku lama menunggu

Pahamilah…
Suatu saat kita harus berpisah…
Saat –malam- mulai menyerang
Tak bisakah kita terduduk berdua
Menikmati mentari yang kian meninggi?
Menyisihkan “beda” dan “angkuh”?
Meski harap untuk hadir dalam dekapmu
Tak pernah luluh oleh sang bayu
Namun aku tak tau akan hari esok

Tidak ada komentar: